Mitos Seputar Tanda Kehamilan Anak Kembar

No comment 691 views

Memiliki janin yang terus berkembang di dalam rahim tentu satu pengalaman yang menyenangkan. Bahkan, rasa itu akan bertambah sejak diketahui bahwa ibu hamil sedang mengandung bayi kembar. Tentu, untuk mengetahuinya saat ini cukup mudah sejak adanya kemajuan medis seperti USG yang mampu mendeteksi gerakan jantung.

Umumnya, tanda kehamilan anak kembar sendiri biasa dialami oleh ibu hamil layaknya mereka yang sedang hamil anak tunggal. Namun, di masyarakat sendiri sudah tersebar secara luas tentang mitos atau gejala yang biasa muncul yang sebenarnya secara medis pun bisa dibantahkan. Hal ini penting agar ibu hamil kembar tak perlu merasa terlalu risau dikarenakan mengalami kehamilan yang berbeda.

tanda kehamilan anak kembarApa saja mitos yang sebenarnya berbeda dengan kenyataan? Berikut ini uraiannya :

Bayi kembar terjadi karena faktor keluarga. Mitos ini masih dianggap benar karena memang umumnya terjadi pada kondisi seperti itu. Kenyataannya, tidak ada bukti bahwa anak kembar berasal dari keluarga yang memiliki sejarah akan itu. Bisa jadi, wanita memiliki kecenderungan untuk melepas sel telur lebih dari satu setiap bulannya saat ia berovulasi.

Bayi kembar melewati satu generasi. Artinya, jika ayah anda adalah kembar sementara anda tidak, maka besar kemungkinan anak anda nantinya adalah kembar. Nyatanya, tidak ada bukti secara medis yang menguatkan mitos tersebut. Namun, bila ada kecenderungan seorang wanita memiliki genetik untuk hyperovulation selama siklus menstruasi, maka kemungkinan ini bisa terjadi.

Ibu hamil akan mengalami morning sickness yang sangat parah. Hal ini belum bisa diidentikkan dengan tanda-tanda kehamilan anak kembar. Bahkan, ada seorang ibu hamil anak tunggal namun mengalami gejala ini cukup parah. Bahkan, ada yang sama sekali tidak mengalaminya meski sedang mengandung bayi kembar.

Nah, dengan penjelasan yang sederhana di atas dapat dipahami bahwa mitos yang berkembang perlu diketahui secara mendalam kebenarannya. Berdiskusi dengan dokter kandungan adalah jawaban yang terbaik guna mendapat informasi yang tepat. Meskipun demikian, tetap jangan abaikan tanda-tanda kehamilan anak kembar terutama dari saran medis.

author