Penyakit Campak Bayi

No comment 1168 views

Penyakit campak pada bayi atau measles, disebabkan oleh virus campak atau morbili yang terdapat di udara bebas. Bila masuk ke dalam tubuh bayi atau anak maka sangat mungkin ia terjangkit campak. Virus campak mudah menular melalui napas atau semburan ludah (droplet) yang bisa terisap lewat hidung atau mulut.

Pada tahun 60-an, campak adalah penyakit yang mengakibatkan kematian 400 bayi per tahun. Gejala campak sulit dideteksi secara dini karena mirip batuk, pilek, dan demam, hampir sama dengan penyakit flu biasa. Bahkan, gejala munculnya bercak merah di kulit pun mirip dengan keracunan obat atau alergi dingin.

Bercak merah campak berbeda dengan bercak biang keringat karena biang keringat tidak dibarengi dengan demam. Bercak merah campak muncul bertahap dan merambat. Biasanya muncul pertama kali di belakang kuping, leher, dada ke bawah, tangan, kaki lalu ke muka.

Gejala campak mulai timbul dalam waktu 7-14 hari setelah terinfeksi, yaitu berupa:

Panas badan
nyeri tenggorokan]
hidung meler ( Coryza )
batuk ( Cough )
Bercak Koplik
nyeri otot
mata merah ( conjuctivitis )

Penyakit demam campak 2-4 hari kemudian muncul bintik putih kecil di mulut bagian dalam (bintik Koplik). Ruam (kemerahan di kulit) yang terasa agak gatal muncul 3-5 hari setelah timbulnya gejala diatas. Ruam ini bisa berbentuk makula (ruam kemerahan yang mendatar) maupun papula (ruam kemerahan yang menonjol). Pada awalnya ruam tampak di wajah, yaitu di depan dan di bawah telinga serta di leher sebelah samping. Dalam waktu 1-2 hari, ruam menyebar ke batang tubuh, lengan dan tungkai, sedangkan ruam di wajah mulai memudar. Pada puncak penyakit, penderita merasa sangat sakit, ruamnya meluas serta suhu tubuhnya mencapai 40° Celsius. 3-5 hari kemudian suhu tubuhnya turun, penderita mulai merasa baik dan ruam yang tersisa segera menghilang. Demam, kecapaian, pilek, batuk dan mata yang radang dan merah selama beberapa hari diikuti dengan ruam jerawat merah yang mulai pada muka dan merebak ke tubuh dan ada selama 4 hari hingga 7 hari.

Campak biasanya diawali dengan demam sedang sampai demam tinggi (40 – 40,6 C), diikuti beberapa gejala lain seperti batuk, pilek, mata kemerahan, dan nyeri tenggorokan. Dua atau tiga hari berikutnya timbul bercak koplik yang merupakan gejala spesifik campak. Setelah demam berlangsung beberapa hari, timbul kemerahan kulit (ruam) yang awalnya timbul di belakang telinga dan wajah lalu meluas ke leher, dada, punggung, perut, lalu tangan dan kaki. Setelah sekitar 1 minggu, ruam menghilang yang juga diawali mulai dari wajah dan seterusnya.

Penularan Campak Pada Bayi

Penyakit campak menular begitu cepat karena itu, anak yang terkena campak harus diisolasi agar tidak menularkan pada yang lain. Bayi perlu mendapat istirahat yang cukup dan makan makanan yang bergizi.

Bila campak tidak diobati akan berbahaya karena dampaknya bermacam-macam. Bayi akan rewel, tak bisa tidur, bisa kejang, sulit minum, kekurangan cairan, sesak nafas dan lain-lain.

Umumnya campak menyerang bayi dan balita karena itu imunisasi diberikan di bawah usia setahun. Anak atau bayi akan terkena campak sekali seumur hidup. Dan bila masa kecilnya tak terkena campak bisa saja terkena di usia dewasa kecuali daya tahan tubuhnya kuat sehingga tidak terkena penyakit campak pada bayi.

author