Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak Usia Dini

disiplin1

Orang yang pertama kali dikenal oleh bayi pada umumnya adalah keluarga. Keluarga juga merupakan tepat pertama bayi mendapatkan pendidikan. Selain itu, keluarga juga memiliki banyak fungsi lainnya bagi tumbuh kembang anak. Paul B. Horton & Chester I Hunt dalam buku terjemahan Aminuddin Ram & Tita Sobari (1996 : 274-276) mengemukakan adanya enam fungsi keluarga, yaitu: (1) Fungsi reproduksi, (2) fungsi soisialisai dalam pengembangan diri, (3) fungsi afeksi dalam kasih sayang dan rasa cinta, (4) fungsi penentuan status, (5) fungsi perlindungan, (6) fungsi ekonomi.

Keluarga yang harmonis tentu akan mendorong perkembangan fisik maupun psikis anak ke arah yang lebih baik. Keluarga sebagai tempat pendidikan pertama bagi bayi, juga akan menjadi tempat penanaman nilai-nilai agar dapat diterima di masyarakat. Misalnya saja pembelajaran mengenai kasih sayang, sopan santun, dan lain-lain.

Pada usia kurang dari tiga tahun, sebaiknya anggota keluarga juga mengajarkan berbagai pengetahuan yang akan beranfaat untuk anak kelak, seperti mengajarinya mengenal huruf dan angka. Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu diingat, yaitu untuk tidak engajarkan menulis dan berhitung secara gamblang. Ajarkanlah melalui permainan-permainan menarik. Tujuannya agar anak tidak erasa kesulitan dan tertekan, sehingga tidak mau lagi belajar. Pentingnya belajar pada usia belia ini salah satu faktornya adalah tingginya daya tangkap dan kecerdasan bayi.

author