Perselingkuhan Berdampak pada KDRT

No comment 770 views

KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) semakin hari semakin marak erjadi. Kekerasan ini dapat dilakukan oleh suami terhadap istri, dan sebaliknya, maupun kepada anak. Munculnya kekerasan dalam rumah tangga ini dipicu oleh berbagai hal antara lain, keadaan ekonomi, perselingkuhan, perbedaan pendapat, dan sebagainya.

Sebagian besar kasus KDRT awalnya dipicu oleh adanya pria atau wanita idaman lain yang berujung pada perselingkuhan. Arus perselingkuhan pun semakin deras dan lancar didukung adanya jejarig sosial dan kemudahan berkomunikasi. Ketika mulai tercium bau perselingkuhan, maka akan sering terjadi konflik dalam keluarga yang berakhir pada KDRT dan perceraian.

Perselingkuhan sebenarnya dapat terjadi pada siapa saja, tinggal bagaimana para suami atau para istri meyikapi orang-orang yang kira-kira dapat menjadi perusak rumah tangga tersebut. Perselingkuhan juga dapat disebabkan oleh sikap dari salah satu pasanyan yang tidak lagi menyenangkan, serta tidak dapat memenuhi kebutuhan jasmani maupun rohani.

cemburu

Pernyataan perselingkuhan sebagai penyebab sebagian besar KDRT ini bukan tenpa landasan. Juwariyah dari Divisi Pelayanan Hukum LBH APIK mengatakan selama 2010 dari 500 kasus kekerasan dalam rumah tangga, masalah perselingkuhan yang paling banyak dilaporkan ( Pos Kota, Selasa (26/4)). “Masalah ekonomi ada di urutan berikutnya.”Berikut adalah salah satu kasus yang telah ditemukan dilapangan, ada 23 Februari, YN harus berurusan dengan apatat Polres Jakarta Pusat. Penyebabnya, wanita 39 tahun itu dianiaya BS, 43, suami, di rumah mereka di Paseban. BS kesal lantaran istrinya itu menanyakan status seorang wanita yang dalam akun facebook-nya yang mengaku sebagai istri BS.

Untuk menghindari adanya cekcok serta kekerasan dalam rumah tangga, maka perlu adanya saling pengertian dan kasih sayang antar anggota keluarga. Selain itu perlu juga cara-cara untuk menjaga keharmonisan keluarga.

 

author