Persepsi yang salah mengenai imunisasi

No comment 3273 views

Imunisasi merupakan upaya pencegaha penyakit yang dilakukan dengan memasukkan vaksin dalam tubuh. Imunisasi ini merupakan teknologi yang sangat mujarab dalam pencegahan penyakit. Banyak sekali macam imunisasi yang harrus dijalankan, bahkan ketika anak masih bayi.

Seiring dangan pentingnya imunisasi dan bahaya jika terlambat atau tidak melakukannya, masih berkembang pemikiran-pemikiran yang salah mengenai imunisasi dalam masyarakat. Hal ini mengakibatkan imunisasi dianggap sebagai hal yang tidak begitu penting dilakukan. Berikut adalah persepsi-persepsi masyarakat yang salah mengenai imunisasi menurut (Hartono, 2010):

1. Penyakit telah menghilang sebelum vaksin diperkenalkan, akibat perbaikan sanitasi dan higiene. Dengan demikian, tidak perlu imunisasi

Masyarakat beranggapan bahwa dengan peningkatan kebersihan, semua penyakit dapat dicegah. Namun hal ini tentu saja salah, kerena kemunculan dan hilangnya penyakit bukan hanya dipengaruhi oleh tingkat kebersihan, namun juga jumlah penduduk, nutrisi, dan antibiotik.

2. Mayoritas anak yang terserang penyakit telah divaksinasi

Sering terlihat dalam kejadian luar biasa, anak yang pernah diimunisasi terserang penyakit. Banyak faktor yang mempengaruhi hal ini, antara lain imunisasi tidak menjamin 100% efektif, hal ini tergantung pada respon individu terhadap vaksin. Selain itu, jumlah anak yang diimunisasi lebih banyak dari pada yang tidak diimunisasi, sehingga ketika penyakit mewabah, kemungkinan besar anak yang pernah diimunisasi lebih banyak terserang penyakit, karena yang tidak diimunisasi memang jumlahnya sedikit.

3. Vaksin menimbulkan efek samping yang berbahaya, kesakitan, bahkan kematian.

Vaksin sudah dipastikan snagat aman. Efek samping yang ditimbulkan vaksin hanyalah penyakit-pengakit ringan seperti demam dan nyeri.

4. Penyakit yang dapat dicegah oleh imunisai telah tidak ada di negara kita, sehingga anak tidak perlu imunisasi.

Memang penyakit yang perlu vaksinasi saat ini mulai berkurang, dan orang-orang dinegara lain (negara miskin) masih banyak penderitanya. Akan tetapi, bukan berarti penyakit ini tidak dapat masuk ke negara kita, karena banyak sekali jalur masuknya penyakit antar negara. Bisa saja berasal dari orang-orang yang pernah tinggal atau dari luar negeri. Oleh karena itu, upaya pencegahan seperti imunisasi menjadi sangat penting dilakukan.

author