Persiapan Untuk Terbang Tinggi

No comment 431 views

Seorang pilot pesawat tempur Amerika yang kini menjadi pembicara terkemuka O. Madino mengatakan “ Hidup kita sama layaknya seperti sebuah Mission untuk menerbangkan pesawat tempur ke teritori musuh”. Dalam misi tempur, seorang pilot akan mendapat briefing yang detil dan lengkap sebelum take off mengenai, peta, titik-titik bahaya yang harus dihindari dan rute yang mesti ditempuh agar ia bisa kembali dengan sukses. Maka seharusnya dalam hidup ini, kita pun perlu membutuhkan briefing yang seperti itu. Sudahkah kita mendapatkan briefing yang seperti itu? Sayangnya dalam kehidupan nyata yang justru jauh lebih kompleks dan lebih rumit ini kita malah tidak pernah memperolehnya. Oleh karena itulah, Persiapan untuk Terbang Tinggi ini dapat menjadi semacam briefing yang kita perlukan untuk dapat terbang dengan aman, lancer, tepat dan mencapai sukses.

Sebagaimana layaknya perjalanan, kita perlu melakukan berbagai persiapan. Mulai dari memilih kendaraan yang tepat, menyiapkan perlengkapan dan perbekalan yang harus kita bawa dan seterusnya. Semakin jauh dan sulit keingingan yang akan kita capai, maka persiapan yang harus kita lakuka akan semakin detil dan lebih teliti pula. Begitu juga sebaliknya, semkin dekat dan mudah tujuan yang kita tetapkan, maka persiapan dan perlengkapannya pun akan semakin sederhana. Disini berlaku hukum “High Risk, High Return”. Semakin tinggi dan semakin jauh tujuan yang kita tetapkan, maka semakin beresiko tinggi dan semakin sulit pencapaiannya, tetapi semakin besar dan manis pula buahnya. Sehingga terserah anda, mau memilih yang tinggi atau yang rendah atau juga yang sedang-sedang saja.

Nah, bagian yang terpenting dan sekaligus fundamental untuk mencapai berbagai keberhasilan baik secara materi, sukses dalam usaha maupun relasi keluarga adalah sikap. Boleh dibilang ini inti dari Briefing yang kita perlukan. Seperti ungkapan yang mengandung kebenaran universal “Tebarkankanlah sikap maka kita akan menuai tindakan. Terbarkanlah tindakan maka kita akan menuai kebiasaan. Tebarkanlah kebiasaan maka kita akan menuai karakter. Dan terbarkanlah karakter maka kita akan menuai nasib”. Bayangkan jika kalimat tersebut kita baca secara terbalik maka akan berbunyi seperti ini “Nasib kita adalah buah dari sikap kita, maka mana mungkin kita bernasib baik jika kita tidak pernah memeriksa kembali sikap kita untuk dapat memastikan bahwa sikap kita itu benar-benar mendukung nasib baik yang kita impikan, bukan malah menghambatnya.

Apa yang dimaksud dengan sikap? Apa perbedaan sikap dengan perilaku? Secara sederhana bisa digambarkan, sikap adalah cara kita melihat atau memandang segala sesuatu secara mental, sedangkan perilaku adalah buahnya. Sikap seperti akar tanaman, ia tidak terlihat karena berada di dalam tanah, sedangkan perilaku adalah batang tanamannya yang terlihat secara kasat mata. Sikap dan perilaku selalu sejajar dan sebangun. Jika sikap kita terhadap sesuatu adalah A, maka sudah dipastikan bahwa perilaku kita juga akan A. Tidak mungkin sikap kita A menghasilkan perilaku B atau C.

Sekarang mari kita masuk ke inti pembahasan. Sedikitnya ada 7 sikap yang dimilki oleh orang-orang yang sukses, baik di tingkat nasional maupun tingkat global. Sehingga, dengan memiliki ketujuh sikap berikut ini secara kualitas kita telah bergabung ke dalam komunitas ekslusif yang beranggotakan para juara di tingkat dunia.

Ketujuah sikap itu adalah :

Percaya pada diri sendiri

Melihat yang terbaik pada orang lain

Melihat adanya kesempatan di mana-mana

Berfokus pada solusi

Kerinduan untuk memberi

Kegigihan

Pertanggungjawaban pribadi atas hidup.

Jika Anda tersentuh dengan renungan di atas, tolong “share” renungan ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

( Sumber : topmotivasi.com )

author