Pikirkan Sebelum Marah

No comment 477 views

Ada seorang tuan yang menyukai bunga anggrek. Pada saat hendak pergi berkelana, dia berpesan kepada bawahannya, harus hati-hati merawat bunga anggreknya.

Selama kepergiannya, bawahannya dengan teliti memelihara bunga-bunga anggrek tersebut. Namun, pada suatu hari ketika sedang menyiram bunga anggrek tersebut, tanpa sengaja menyenggol rak-rak pohon sehingga semua pohon anggrek berjatuhan dan pot anggrek itu pecah berantakan dan pohon anggrek berserakan.

Para bawahannya ketakutan, menunggu tuannya pulang dan meminta maaf sambil menunggu hukuman yang akan mereka terima.

Setelah sang tuan pulang mendengar kabar itu, lalu memanggil para bawahannya, dia tidak marah kepada mereka, bahkan berkata, “Saya menanam bunga anggrek, alasan pertama adalah untuk dipersembahkan kepada orang yang suka melihatnya dan yang kedua adalah untuk memperindah lingkungan di daerah ini, bukan demi untuk marah saya menanam pohon anggrek ini.”

Perkataan tuan ini sungguh benar, “Bukan demi untuk marah menanam pohon anggrek.”

Dia bisa demikian toleran, karena walaupun menyukai bunga anggrek, tetapi di hatinya tidak ada rasa keterikatan akan bunga anggrek. Oleh sebab itu ketika dia kehilangan bunga-bunga anggrek tersebut, tidak menimbulkan kemarahan dalam hatinya.

Sedangkan kita dalam kehidupan kita, sering terlalu banyak kekhawatiran, terlalu peduli pada kehilangan dan mendapatkan, yang menyebabkan keadaan emosi kita tidak stabil. Kita merasa tidak bahagia.

Maka seandainya kita sedang marah, kita bisa berpikir sejenak:
– Bukan demi marah menjadi sahabat.
– Bukan demi marah menjadi suami istri.
– Bukan demi marah melahirkan dan mendidik anak.
– Bukan demi marah menjadi atasan dan pemimpin.
– Bukan demi marah menjadi sakit dan tidak berdaya.

Maka kita bisa mencairkan rasa marah dan kesusahan yang ada dalam hati kita dan merubahnya menjadi rasa damai. Saat emosimu tinggi dan hendak bertengkar (dengan siapapun juga), ingatlah perjumpaan kalian di dunia, bukan untuk marah. Hidup adalah Pilihan.

Tolong “share” ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada renungan di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

( Sumber : www.selamatpagi.net )

author