Prajogo Pangestu

No comment 906 views

Prajogo Pangestu dikenal sebagai Taipan Kayu terbesar di Indonesia sebelum Krisis Ekonomi Asia 1997.Bisnisnya berawal di akhir 70an di Djajanti Timber Group dan membentuk Barito Pacific. Operasi pemotongan kayu nya sekarang jauh lebih kecil dari sebelumnya, tapi kekayaannya masih tertimbun di Tri Polyta Indonesia Tbk, produsen ‘polypropylene’ terbesar di Indonesia.

Pria yg bernama Asli Phang Djoen Phen ini Lahir di Sambas, Kalimantan Barat Tahun 1944 sebagai anak seorang pekerja getah. Dengan pendidikannya hanya sebatas SMA, lalu dengan nekat ia pergi merantau ke Jakarta dan tidak mendapat pekerjaan. Ia lalu Pulang kampung dan menjadi supir angkutan kota.

Tahun 1969 ia mulai bekerja di PT Djajanti Group milik Pengusaha Burhan Uray dan mengurus HPH di daerah Kalimantan Tengah, Tahun 1976 ia diangakat sebagai General Manager Pabrik Plywood Nusantara di Gresik, Jawa timur. Tahun 1977 ia mendirikan Usaha pertamanya yaitu PT Barito Pacific Lumber dan memperoleh kredit dari Bank BRI. Setahun kemudian kredit dilunasinya dan ia memperoleh HPH di Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, MAluku, dan Papua serta menguasai Lahan lebih dari 5.5 Juta Hektare di seluruh Indonesia (setara dengan luas Negara Swiss)

Di Dekade 80 an PT Barito Pacific Timber mencapai puncak kejayaannya (memiliki lebih dari 20 anak perusahaan dan di dekade 90an bisnisnya berkembang menjadi 120 perusahaan yg bergerak diluar bidang HPH seperti Pabrik Pulp (PT Tanjung Enim Lestari), Petro Kimia, PT Chandra Asri , Bank Andromeda , real esdtate, serta Taman Industri dan Transportasi Laut.

Di Tahun 1991 bersama dgn Kwok Brothers ia mendirikian Sebuah Hotel Di Pulau Sentosa , Singapura dan bersama perusahaan asal Taiwan ia mendirikan PErusahaan Plywood. Bulan September 1993 ia membeli 10,12 % Saham PT Astra Internasional Tbk.

Proyek Menara Jakarta

Konglomerat Prajogo Pangestu dan Henry Pribadi masih menjadi pemegang saham dalam proyek pembangunan Menara Jakarta. Bahkan Prajogo akan menjadi pemegang saham mayoritas pembangunan menara setinggi 558 meter tersebut.Pemegang sahamnya seperti Kompas Grup, Prajogo Pangestru, Henry Pribadi, ada dua lagi yang saya lupa namanya. Porsi Prayogo Pangestu yang paling besar,” kata Presiden Direktur Wiratman & Associates Multidiciplinary Consultants Wiratman Wangsadinata sebagai perancang Menara Jakarta, saat dihubungi detikFinance Jumat (4/12/2009)

Ia mengatakan Menara Jakarta ini kurang lebih akan menelan dana hingga kurang lebih Rp 5 triliun. Dimana menara setinggi 558 meter ini akan memiliki antena komunikasi setinggi 60 meter tepat diatas menara.”Pembangunannya bertahap selama paling lama 2 tahun,” katanya.

Proyek Menara Jakarta yang akan menjadi menara tertinggi di Indonesia dan salah satu yang tertinggi di dunia, akan kembali dibangun pengerjaan konstruksi pada Januari 2010. Jika tidak ada halang melintang, rencananya pada tahun 2012 menara setinggi 558 meter itu akan rampung.

Sebelumnya proyek menara Jakarta sudah menjadi buah bibir masyarakat,
namun sempat tertunda pengerjaannya karena krisis ekonomi yang menimpa Indonesia pada tahun 1997/1998 lalu.

Jika Anda tersentuh dengan cerita di atas, tolong “share” renungan ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

( Sumber : topmotivasi.com )

author