Produk Madu Asli

No comment 515 views

Apakah anda termasuk pecinta madu? dewasa ini, masyarakat kerap kali

memburu madu, akan tetapi sering kali kita jumpai madu palsu dipasaran.

Akan tetapi jika kita tau sifat dan kandungan produk madu asli kita

akan bisa memilah mana madu yang asli dan yang palsu.

Pemalsuan JUMLAH, dilakukan dengan menambah volume madu “asli”

dengan madu “palsu”, misalkan mencampurkan gula/madu buatan yang

relatif lebih murah untuk kemudian diaduk.
Pemalsuan MUTU, biasanya dilakukan dengan mengubah kadar air madu

yang tadinya tinggi, lalu diturunkan dengan pemanasan.
Pemalsuan MENYELURUH, yakni madu yang diklaim “asli” padahal

sebenarnya 100% buatan, jadi bukan madu yang nerasal dari lebah dengan

komposisi aslinya.

Secara kasat mata memang sulit membedakannya, diperlukan pengujian

kuantitatif untuk memastikan keaslian madu. Lewat uji kuantitas, madu

dapat diperkirakan dipalsukan atau ditambahkan sesuatu apabila; kadar

sukrosa madu naik, kadar enzim naik/turun, kadar abu menjadi

naik/turun, daya hantar listrik naik, kandungan pollen dalam sedimen

turun, kandungan mineral turun, aroma dan rasa berubah, kandungan HMF

(Hidroksi metal Furfuraldehid) berubah, kadar protein turun, warnanya

terang, madu mengandung PbCl2, PbSO4, anion dan kation.

Kandungan HMF yang merupakan produk pemecahan glukosa dan fruktosa pada

madu asli maksimal 3 mg/100 gram. Madu asli juga memiliki keasaman (pH)

yang tetap berkisar 3,4-4,5, sedangkan pH madu palsu 2,4-3,3 atau

diatas 5. Aktifitas enzim diastase pada madu asli yang berkualitas

minimal 5 dengan rasio Kalium(K) dan Natrium(Na) sekitar 4,0. Pada madu

palsu rasionya 0,05-0,1. Madu asli memiliki sifat khas memutar optic ke

kiri yang bisa diperiksa dengan alat polarimeter.

Berikut ini ada informasi tambahan tentang ciri-ciri madu asli dan palsu :

Madu yang beredar di Indonesia umumnya dihasilkan dari tiga jenis

lebah; apis dorsata (lebah hutan), apis mellifera (lebah unggul) dan

apis cerana (lebah lokal) yang ada di atas atap rumah. Dari segi

kualitas, madu hutan (madu organik) berwarna hitam pekat lebih baik

daripada madu yang di budidaya.

Sayangnya, masyarakat Indonesia sudah terbiasa konsumsi madu budidaya

berwarna coklat cerah. Akibatnya, madu hutan dianggap sebagai madu

palsu. Banyak orang penasaran untuk membedakan madu asli yang

dihasilkan lebah pencari makan di alam bebas dari madu palsu (sirup

gula, misalnya).

Disinyalir, peredaran madu palsu di Indonesia sangat tinggi. Uji coba

madu asli atau palsu lewat aroma, semut yang mengerubuti, kekentalan

jika diteteskan pada debu, belum jadi jaminan keaslian sebuah produk

madu.

Di laboratorium, kandungan glukosa pada madu murni agak dominan

kelihatan dan kandungan sukrosa lebih menonjol pada madu palsu. Madu

asli mengandung mineral seperti natrium, kalsium, magnesium, alumunium,

besi, fosfor dan kalium. Vitamin dalam madu berupa thiamin (B1),

riboflavin (B2), asam askorbat (C), piridoksin (B6), niasin, asam

pantotenat, biotin, asamfolat dan vitamin K.

Madu asli mengandung enzim sedangkan madu palsu tidak. Enzim tidak bisa

dibuat manusia, dan hanya bisa dibuat lebah madu. Enzim-enzim

terpenting dalam madu; diatase, invertase, glukosa oksidase,

peroksidase dan lipase. Diastase merupakan enzim pengubah karbohidrat

komplek (polisakarida) jadi karbohidrat sederhana (mono sakarida).

Invertase merupakan enzim pemecah molekul sukrosa jadi glukosa dan

fluktosa. Oksidase mengemban peran sebagai enzim pembantu oksidasi

glukosa jadi asam peroksida. Enzim peroksidase melakukan proses

oksidasi metabolisme. Semua zat berguna untuk proses metabolisme tubuh.

Sedangkan madu palsu mengandung campuran glukosa dengan gula pasir,

buah, flavour dan zat warna sangat merugikan kesehatan manusia.

Ciri-ciri madu asli harus berwarna-warni, hitam pekat (berasal dari

bunga akasia), hitam kemerah-merahan, kuning cerah, kekuning-kuningan

atau kuning keputih-putihan (lebah budidaya). Bila mendapatkan madu

dengan warna dan kekentalan sama perlu diwaspadai karena warna madu

asli tidak pernah sama.

Aroma juga bisa dijadikan media untuk menentukan asli atau palsunya

sebuah produk madu. Madu asli punya aroma dan bau khas seperti madu

dari bunga rambutan, kapuk randu atau kelengkeng. Ini berbeda dengan

madu palsu yang sama sekali tidak beraroma.

Pengujian lain, madu asli bila dituangkan di atas piring sebanyak dua

senduk lalu disirami air putih dan digoyang ke kanan ke kiri akan

membentuk sarang lebah. Jika tidak menyebar bahkan bercampur dengan

air, maka terkategori madu palsu.

Konsumen juga dianjurkan untuk mencoba sendiri dengan menjadikan tubuh

sebagai lab alam. Caranya, puasa selama 10 jam, lalu periksa gula

darah. Katakan A minum madu 2-3 sendok. Sesudah 2 jam, periksa lagi

gula darah. Katakan B bila madunya murni dan alami, selisih antara B

dengan A kecil.

Penderita diabetes mellitus (DM) yang berpengalaman minum madu bisa

merasakan madu murni dan madu palsu. Bila setelah minum madu, badan

jadi segar dan bertenaga kembali (sama seperti bukan penderita DM yang

baru saja minum teh manis), itu menandakan madu yang baru diminum murni

dan alami. Dalam tubuh penderita DM, madu diubah jadi tenaga (tanpa

bantuan insulin).

Sayangnya, saat ini banyak madu palsu yang menyerupai madu asli hingga

cara-cara tersebut hanya bisa sebagai bahan pertimbangan saja. Tipsnya

adalah dengan membeli madu di tempat yang sudah terpercaya. Bila

terpaksa membeli di tempat lain, bandingkan apakah harganya tidak

terlalu beda jauh dengan madu sejenis dari merk lain. Jika harganya

sangat murah, bias jadi madu tersebut adalah madu buatan.

author