Prosedur Mendonorkan ASI

No comment 833 views

Setiap Ibu tentu saja ingin menyusui buah hatinya, karema dengan ASI anak akan tumbuh lebih sehat dan mendapatkan makan seimbangnya sebelum ia boleh memakan makanan padat. Akan tetapi, tidak semua keinginan bu ini dapat dijalankan. Bagi Anda yang sudah menysui anak bersyukurlah, karena ternyata masih banyak Ibu yang tidak dapat menyusui anknya karena hal-hal seperti penyakit menular, dan sebagainya.

ibu menyusui

Mungkin saja diantara bunda ada yang merasa iba terhadap anak yang tidak bisa mendapatkan ASI eksklusif pada masa pertumbuhannya. Anda dapat membantu mereka dengancara mendonorkan Asi. Memang ada berbagai prosedur untuk menjadi pendonor ASI sebagai berikut yang dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI):

Penapisan I

  1. Memiliki bayi berusia kurang dari 6 bulan
  2. Sehat dan tidak mempunyai kontra indikasi menyusui
  3. Produksi ASI sudah memenuhi kebutuhan bayinya dan memutuskan untuk mendonasikan ASI atas dasar produksi yang berlebih
  4. Tidak menerima transfusi darah atau transplantasi organ/jaringan dalam 12 bulan terakhir
  5. Tidak mengkonsumsi obat, termasuk insulin, hormon tiroid, dan produk yang bisa mempengaruhi bayi. Obat/suplemen herbal harus dinilai kompatibilitasnya terhadap ASI
  6. Tidak ada riwayat menderita penyakit menular, seperti hepatitis, HIV, atau HTLV2
  7. Tidak memiliki pasangan seksual yang berisiko terinfeksi penyakit, seperti HIV, HTLV2, hepatitis B/C (termasuk penderita hemofilia yang rutin menerima komponen darah), menggunakan obat ilegal, perokok, atau minum beralkohol

Penapisan II

  1. Harus menjalani skrining meliputi tes HIV, human T-lymphotropic virus (HTLV), sifilis, hepatitis B, hepatitis C, dan CMV (bila akan diberikan pada bayi prematur)
  2. Apabila ada keraguan terhadap status pendonor, tes dapat dilakukan setiap 3 bulan
  3. Setelah melalui tahapan penapisan, ASI harus diyakini bebas dari virus atau bakteri dengan cara pasteurisasi atau pemanasan

Setelah segala proses penseleksian pendonor ASI selesai, maka simaklah cara mendonorkan dan meyimpan ASI.

author