Puisi Chris Untuk Ayahnya

No comment 851 views

Nama-ku Chris
Umur ku tiga tahun
Mata ku bengkak
Aku tidak bisa melihat

Aku pasti anak yg bodoh
Aku pasti anak yg nakal
Apalagi yang dapat ku buat
Hingga Ayahku menjadi marah

Aku berharap, keadaanku lebih baik
Aku berharap, aku tidak jelek
Jadi mungkin ibu ku, Akan tetap mau memeluk ku

Aku tidak bisa melakukan kesalahan
Aku tidak diperbolehkan bicara sama sekali
Atau Aku akan dikurung sepanjang hari

Ketika aku bangun
Aku sendirian
Rumah ini sangat gelap
Keluarga ku tidak ada dirumah

Ketika ibu ku pulang ke rumah
Aku mencoba untuk menjadi baik
Jadi aku mungkin hanya mendapatkan
Satu cambukan dimalam hari

Aku baru saja mendengar suara mobil
Ayah ku baru pulang dari diskotik
Aku mendengar sumpah serapahnya

Nama ku dipanggilnya
Aku menekan diriku sendiri
Merapat kedinding

Aku mencoba untuk sembunyi dari mata jahatnya
Aku sangat ketakutan sekarang
Aku mulai menangis

Dia menemukan ku sedang menangis
Memanggilku dengan kata-kata buruk
Dia mengatakan kalau semua itu adalah kesalahan ku atas penderitaannya dikantor
Dia menamparku dan memukulku
Dan berteriak lebih banyak lagi kepada ku

Akhirnya aku dapat bebas
Dan lari menuju ke pintu
Dia sudah mengunci pintunya
Aku mulai berteriak histeris
Dia menarik ku dan melemparkan ku
Pada dinding kamar yang keras

Aku jatuh kelantai
Dengan tulang yang patah
Dan ayahku masih melanjutkannya
Dengan lebih banyak lagi kata – kata kotor yang diucapkan

“Maafkan Aku, Ayah” teriak ku
Tetapi itu sudah sangat terlambat
Wajahnya sudah berubah
Menjadi bentuk yang tidak bisa terbayangkan

Penderitaan dan rasa sakit
Lagi dan lagi
Oh Tuhan, berikan belas kasihan Mu
Biarlah ini cepat berlalu Tuhan

Dan akhirnya Diapun berhenti
Dan menuju ke pintu kamar
Ketika aku terbaring disana, tanpa bisa bergerak
Tergeletak dilantai

Nama ku Chris
Umur ku tiga tahun
Malam ini, ayahku hendak membunuh ku.

Ini adalah puisi seorang anak tentang ayah-nya yang sangat ia cintai dan diterjemahkan dalam beberapa bahasa.

Sungguh miris membaca kisah nyata ini dan di tuangkan dalam satu puisi dan sungguh miris melihat keadaan anak sekecil itu mengalami penderitaan yang di lakukan oleh ayah kandungnya sendiri.

Puisi ini secara tidak langsung menggugah hati kita dan untuk mengingatkan kita akan hal – hal yang sebetulnya bisa kita selesaikan tanpa harus melampiaskannya kepada anak atau orang yang paling kita cintai dan kita sayangi.

Semua kembali pada diri kita masing – masing untuk menyikapi suatu masalah yang kita hadapi.

Tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau berserah padaNYA, semua pasti ada jalannya dan tergantung kita yang menjalankannya…

Tolong “share” ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada kisah di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

author