Redakan Batuk Pilek pada Bayi Secara Aman dan Alami

Bayi merupakan tahap awal perkembangan dan pertumbuhan anak, dimana tingkat sistem kekebalan tubuh atau imunitasnya masaih tergolong rendah. Rendahnya tingkat  imunitas pada bayi ini menjadi salah satu alasan mengapa bayi rentan terhadap penyakit dan gangguan kesehatan.

pilek

Berbicara mengenai masalah gangguan kesehatan pada bayi, batuk pilek merupakan salah satu penyakit yang paling sering menyerang. Penyakit ini umumnya menyebabkan si kecil demam, lemas, kehilangan nafsu makan, serta sering rewel. Oleh sebab itu batuk pilek pada bayi ini harus segera diredakan dan disembuhkan.

Banyak cara yang dapat dilakukan oleh ibu untuk menyembuhkan pilek si kecil, salah satunya dengan pengobatan tradisional. Cara ini tentunya paling aman untuk bayi, karena pengobatan yang diberikan tak menggunakan unsur atau bahan kimia yang membahayakan. Berikut beberapa cara meredakan batuk pilek pada bayi secara aman dan alami:

  • Berikan asupan ASI yang cukup

ASI merupakan salah satu obat alami untuk bayi yang dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit termasuk batuk pilek. Dalam ASI terkandung berbagai zat yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh bayi terhadap penyakit serta membasmi bibit penyakit yang masuk dalam tubuh bayi.

  • Ramuan jeruk nipis – madu

Kedua bahan alami ini memang sejak lema telah digunakan sebagai obat herbal untuk mengobati penyakit batuk pilek. Caranyapun cukup mudah, yaitu dengan melarutkan sedikit jeruk nipis dan madu ke dalam air hangat. Setelah itu berikan ramuan ini kepada si kecil secara rutin. Ramuan jeruk nipis – madu ini dapat berfungsi untuk membatu pelegakan pernafasan bayi.

  • Bawang merah dan minyak telon

Kedua bahan ini dapat digunakan untuk menghangatkan tubuh bayi, sehingga secara tidak langsung dapat meredakan pilek. Caranya parut sedikit bawang merah kemudian campurkan dengan minyak telon, balurkan ramuan ini pada beberapa bagian tubuh bayi seperti tangan, kaki, perut, punggung, dan ubun – ubun. Ramuan ini dapat memberikan rasa hangat yang dapat bertahan cukup lama pada bayi.

author