Setelah 51 Tahun Cincin itu Kembali

No comment 424 views

Setua apa barang kita yang hilang lalu ketemu lagi, atau ada orang yang menemukannya dan mengembalikannya kepada kita? Jika itu berusia di atas 20 tahun, mungkin tak ada harapan lagi. Tetapi selalu ada keajaiban yang sering terasa unik, seperti yang dialami Horst Adler (69 tahun), pria asal Pennsylvania, AS, yang baru-baru ini mendapatkan kembali cincinnya yang hilang setelah 51 tahun.

Adler tiba-tiba saja mendapatkan surat elektronik (e-mail) dari seorang perempuan yang menyebutkan telah menemukan suatu cincin yang diperkirakan hilang lebih dari 50 tahun. Perempuan muda bernama Lelette Magrini itu menanyakan apakah Adler merasa kehilangan cincin sekolahnya bertahun 1959?

Menurut Adler, ia sebenarnya tak pernah berharap cincin itu bisa kembali. Cincin itu merupakan cincin tanda kelulusannya dari Quakertown Community High School, Quakertown, Pennsylvania, tahun 1959. Cincin berkadar emas 14 karat itu ia hadiahkan pada kekasihnya saat itu, Valda Ozols, pada tahun 1960. Setelah itu ia tak tahu riwayatnya. Apalagi ia putus dari Ozols.

Sedangkan Magrini menemukan cincin itu tak sengaja dari barang-barang antik milik ayahnya. Tak dijelaskan apa profesi ayahnya dan dari mana cincin itu berasal. Hanya saja Magrini tertarik melihatnya. Cincin itu ada tulisan sekolahnya dan tertulis tahun 1959 serta inisial HA. Penasaran dengan usianya yang tua, Magrini kemudian mendatangi sekolah itu dan mencari catatan alumni tahun 1959. Ia menemukan, bahwa inisial HA itu sangat mungkin adalah Horst Adler.

Horst Adler

Bukan perkara mudah menemukan di mana Adler. Tetapi dengan ketekunannya akhirnya ia menemukannya juga. “Saya tanyakan, bagaimana ia bisa mengambil cincin itu dari (mantan) pacar saya?” kata Adler. Menurutnya, itu adalah masa lalu. Akan tetapi dengan cincin itu ia bisa bernostalgia mengenang masa-masa SMA-nya diQuakertown Community High School. Ia sendiri memberikan cincin itu untuk anaknya.

Ia mengagumi upaya Magrini menemukan dirinya. Padahal antara ia dan orangtua Magrini tak ada pertalian apa-apa. “Saya mengagumi integritas dan sensitivitasnya, untuk meluangkan waktu melakukan riset hingga ia bisa mengembalikan cincin itu pada saya. Cincin ini lebih tua dari kedua anak saya (usia 41 dan 43 tahun),” katanya mengenai upaya Magrini.

Nah, sejauh mana niat kita mengembalikan suatu barang seandainya menemukannya dan bisa ditelusuri pemiliknya? Apakah seperti perempuan muda Magrini?

Jika Anda tersentuh dengan renungan di atas, tolong “share” renungan ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

( Sumber : topmotivasi.com )

author