Slow Down!

No comment 448 views
Slow Down!,5 / 5 ( 1votes )

Begitu mobil kami memasuki jalan boulevard utama di kota Klaten – Jawa Tengah, langsung irama kehidupan terasa menurun. Segala sesuatu menjadi lebih lambat, rileks dan tenang. Begitu masuk ke jalan tersebut, jalur jalan terbagi menjadi jalur lambat dan jalur cepat. Pembatas jalan di kiri dan kanan jalan ditanami pohon besar yang sangat teduh. Di beberapa mulut gang masih terlihat abang becak yang sedang nongkrong di atas becaknya menunggu penumpang.

Jalan tersebut tidak terlalu ramai dengan pemandangan toko-toko di sepanjang jalan yang hampir sama dengan tipikal kota kecil lain di pulau Jawa. Kendaraan berjalan dengan lambat biarpun di jalur cepat karena memang tidak ada yang diburu-buru. Jangan dibandingkan dengan kendaraan di jalur cepat Jakarta. Orang-orang di sana umumnya sudah saling kenal, bertegur sapa ataupun sekedar basa basi ringan. Pedagang kaki lima juga kenal baik dengan pelanggannya dan sesekali membicarakan kabar tentang anggota keluarga lain.

Di sebelah kanan jalan tersebut terdapat sebuah toko swalayan lokal yang lebarnya tidak kurang dari 3 buah ruko. Barang-barangnya cukup lengkap untuk ukuran kota kecil dan tanpa AC pun ruangan tidak terasa panas. Biasanya pemilik swalayan aktif mengontrol operasional dan sesekali mengobrol dengan pelanggannya. Setelah selama beberapa tahun terakhir berhubungan dengan pemilik toko tersebut, kami menjadi seperti teman lama. Selain mengobrol tentang urusan bisnis, juga tentang hal-hal lain seputar kehidupan di wilayah sekitarnya. Kadang-kadang saya juga mengobrol dengan pedagang buah di kaki lima depan toko. Selalu ada saja bahan obrolan tentang hal-hal unik yang tidak terjadi di tempat lain.

Keluar dari kota Klaten saya selalu membawa pengalaman bermanfaat yaitu perasaan dan pikiran menjadi santai serta lupa akan semua persoalan yang menempel di kepala selama ini.  Bertolak belakang dengan situasi kehidupan di Jakarta yang sudah mulai sibuk dari pagi sekali setiap hari. Mulai dari bangun tidur, berkendara ke kantor, hingga mengerjakan aktifitas kantor semua dilakukan dengan terburu-buru. Kadang-kadang makan terlambat dan bahkan buang air kecil ke toilet pun tidak sempat. Biasanya stress menjadi langganan yang sering mampir mengunjungi pikiran. Tingkat persaingan yang tinggi, kebutuhan materi dan kesempatan yang terbatas telah membentuk kehidupan penduduk di kota besar menjadi seperti mesin.

Menghabiskan waktu di kota-kota kecil selalu dapat memberikan sensasi yang berbeda. Saya seringkali mendapat pengalaman berharga yang sulit didapat di dalam rutinitas sehari-hari. Menghabiskan waktu sejenak keluar kota pasti memberikan manfaat asal dapat dinikmati dengan maksimal. Tidak perlu liburan yang lama dan mahal atau ke pusat wisata yang terkenal. Jika anda sudah mengalami kejenuhan dan pikiran tersumbat, coba saja kunjungi kota kecil yang terdekat, lalu buka diri, buka pikiran dan perhatikan semua hal yang masuk dalam jangkauan pandangan mata. Santap makanan setempat, coba buka obrolan ringan dengan penduduk, biarkan obrolan lepas dan santai tentunya. Nikmati saja, selalu ada hal hal unik yang memperkaya hidup kita. Minimal anda akan lepas dari masalah sejenak dan siapa tahu malah mendapat inspirasi yang berguna.

– Herman Kwok –

Jika Anda tersentuh dengan renungan di atas, tolong “share” renungan ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

( Sumber : topmotivasi.com )

author