Stimulasi Pijat Untuk bayi, Amankah?

No comment 1488 views

Stimulasi pijat berbeda dengan pijat tradisional atau urut yang sering dilakukan oleh tukang pijat atau dukun bayi, walaupun keduanya sama-sama manipulasi pada jaringan lunak secara manual. Lalu amankah stimulasi pijat dilakukan pada bayi? Sebelum membahasnya, mari kita bahas terlebih dahulu mengenai stimulasi pijat dan cara-cara melakukannya.

Pada stimulasi pijat, pijatan dilakukan pada saat bayi pada keadaan relax, sehingga tanpa paksaan. Yang membedakan pijat urut tradisional dengan stimulasi pijat ini adalah ketika bayi menangis merasa kesakitan pada proses pijat tradisional, akan tetap dilanjutkan. Akan tetapi, pada stimulasi pijat, ketika bayi menangis, pemijatan akan dihentikan dan dicari penyebab bayi menangis. ketika bayi sudah dalam kondisi nyaman kembali, maka pijat dapat dilanjutkan. Namun jika tidak, pemijat tidak boleh memaksakan.

Lalu kapan stimulasi pijat dapat diberikan kepada bayi? Stimulasi ini sebaiknya diberikan kepada bayi cukup buan. Untuk bayi yang belum cukup bulan, dapat diperiksakan terlebih dahulu apakah aman diberi stimulasi pijat atau tidak. Saat yang tepat untuk melakukan pemijatan adalah ketika bayi dalam keadaan benar-benar stabil dan relax, jangan saat ia lapar, atau memperlihatkan tanda-tanda tidak mau dipijat.

Layanan-Pijat-bayi-di-jogja

Kembali kepada pertanyaan tentang keamanan stimulasi pijat ini, maka dapat disimpulkan bahwa mekanisme ini aman selama mengikuti petunjuk dan bayi dalam keadaan yang benar-benar relax. Selain itu, ternyata juga banyak manfaat stimulasi pijat bagi bayi dan orang tua.

 

author