Tanda Bayi Cukup ASI

No comment 574 views

Mempunyai bayi yang sehat adalah dambaan semua orang, Melihat perkembangan si kecil tak harus kedokter anda juga bisa melihat sendiri tanda tanda bayi cukup ASI.

TANDA BAYI CUKUP ASI :

Setidaknya si kecil buang air besar (BAB) lima kali sehari. Pada minggu-minggu pertama kehidupan seorang bayi, dalam sehari normalnya ia BAB sekurang-kurangnya lima kali. Jadi, jika BAB si newborn kurang dari lima kali sehari, artinya ia kekurangan asupan makanan atau ASI. Namun setelah usia si kecil lebih dari enam minggu hingga tiga bulan, ia akan BAB sekali sehari atau mungkin 2 -3 kali satu hari, dan ini normal.

Jika popoknya selalu basah sebelum menyusuinya, artinya ia mendapat asupan cairan yang cukup. Bayi yang buang air kecil (BAK) sekitar 8 – 10 kali sehari menandakan ia mendapat ASI yang cukup.

Urinenya tidak bewarna atau bening. Bila asupan si kecil kurang, urinenya akan bewarna kuring dan agak berbau pesing.

Anda sering mendengar si kecil sering meneguk saat menyusu. Jika tidak, bisa jadi si kecil tidak menerima ASI yang cukup untuk ditelannya.

Tiap kali selesai menyusu, bayi tampak gembira. Menangis terus menerus, rewel, mengisap jari setelah menyusu bisa jadi ia masih merasa lapar. Tapi tak selalu bayi yang rewel menandakan ia merasa kenyang. Bisa jadi bayi sedang sakit perut, mengantuk, atau hanya sekedar mencari perhatian Anda.

Anda merasa payudara Anda membengkak, tiap kali Anda mau menyusui si kecil. Pembengkakan pada payudara Anda menandakan bahwa produksi ASI Anda menandakan bahwa produksi ASI Anda cukup banyak. Dan payudara yang “penuh” tiap kli Anda bangun pagi dan setelah 3-4 jam tanpa menyusui berarti aliran ASI Anda lancar karena si kecil meminumnya dengan jumlah yang cukup.

Anda menyadari sensasi saat ASI Anda mengalir menuju puting. Tiap ibu merasakan sensasi yang berbeda saat ASI mengalir dari sumber ASI menuju puting untuk dinikmati bayi Anda. Jika Anda merasakannya, berarti ASI Anda melimpah untuk si kecil.

Anda tidak menstruasi selama tiga bulan pertama pasca-persalinan. Pada umumnya, wanita yang menyusui secara ekslusif tidak mendapat menstruasi selama trimester pertama setelah melahirkan. Ini menandakan bahwa produksi ASI Anda memang cukup banyak untuk si kecil.

 

Sumber: motherandbaby.co.id

author