Tips Agar Sinar Matahari Mengiritasi Kulit Bayi

Sinar matahari memang menyehatkan dan merupakan suplayer vitamin D yang berguna untuk pertumbuhan tulang. Namun, sinar matahari (UV) berlebih akan berakibat buruk, yaitu menyebabkan iritasi, kulit menghitam, bahkan kanker pada kulit.Lalu bagaiman dengan bayi? Apakah sinar matahari merusak kulit bayi? Bagaimana cara mengatasi iritasi kulit bayi karena sinar matahari?

anak kulit

Sinar matahari berlebih tidak hanya berakibat buruk bagi kulit orang dewasa. Kulit bayi yang lebih lembut dan sensitif juga akan mengalami iritasi jika terlalu lama dibawah terik matahari. Untuk itu perlu cara mennyikapi sinar matahari agar tidak mengiritasi kulit bayi. Ikatan Dokter Anak Indonesia menyarankan cara-cara agar sinar matahari tidak mengiritasi kulit bayi sebagai berikut:

  1. Radiasi sinar matahari akan sangat kuat pada jam 10 hingga jam 2. Oleh karena itu, hindarkan bayi dari sinar matahari langsung maupun tidak langsung pada jam tersebut.
  2. Misalnaya ketka anda ingin jalan-jalan bersama si kecil, gunakan baju katun tertutup yang tidak panas dan topi berdaun lebar.
  3. Lindungi bayi sebisamungkin dengan menggunakan payung atau berlindung di bawah pohon atau ruangan.
  4. Sunscreen jenis physical sunscreen yang mengandung titanium oxide atau zinc oxide dengan SPF 30 atau lebih, dan berlabel broad spectrum serta waterproof aman digunakan untuk bayi usia diatas 6 bulan. Gunakan sekitar 15-30 menit sebelum bepergian atau berenang pada wajah, punggug tangan, dan kaki.

Cara menjaga kelembutan kulit Si Kecil memang agak ribet, tapi ini dapat menjadi tanda kasih sayang Anda. Simak pula tips lain melindungi iritasi kulit si kecil agar Bunda dapat melindungi kulitnya secara maksimal.

author