Tips Keuangan Keluarga Harmonis

No comment 1214 views

Langkah awal dalam membuat sebuah perencanaan keuangan adalah dengan menentukan terlebih dahulu apa saja tujuan keluarga Anda dan rencana dalam mencapai tujuan tersebut. Dalam sebuah keluarga, tujuan keuangan sebaiknya didiskusikan antara suami dan istri, supaya ada kesepakatan sejak awal tentang bagaimana dan berapa lama yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut. Kompromi dan tidak ingin menang sendiri merupakan hal yang sangat dibutuhkan dalam diskusi ini.
Diskusi keuangan keluarga bisa menjadi topik sensitif jika tidak dilakukan dengan baik. Banyak pasangan yang tidak pernah mendiskusikannya sama sekali, bahkan ada yang sengaja menyembunyikan kondisi keuangannya. untuk itu dibutuhkan adanya penyimpanan uang keluarga yang baik agar tetap harmonis tanpa ada pertengkaran dalam keluarga.

Berikut tips keuangan keluarga harmonis :

* Setiap pasangan tidak perlu memiliki kebiasaan yang sama, tetapi menerima perbedaan paham dan pendekatan akan uang, serta bagaimana pasangan tersebut bekerjasama untuk mengelolanya. Untuk menciptakan sebuah anggaran, Anda harus saling mengakomodasi kebutuhan satu dan lainnya, walaupun salah satu memiliki kebiasaan boros dan yang satu lagi lebih berhemat.

Misalnya, ajaklah pasangan untuk membiasakan diri menabung 10%-25% dari penghasilannya agar tersedia dana yang dibutuhkan. Buatlah komitmen untuk membatasi jumlah pengeluaran sesuai dengan apa yang di”butuhkan” bukan yang di”inginkan”. Misalnya, setiap ada pengeluaran Rp. 200.000,- pasangan harus menghubungi Anda atau sebaliknya.

* Rekening keluarga ini harus disepakati sebelumnya hanya digunakan untuk membayar keperluan bersama seperti membayar cicilan rumah atau mobil keluarga.

Hal ini dimaksudkan untuk menghindari penggunaan uang di rekening keluarga untuk hal-hal lain yang bisa menimbulkan pertengkaran. Pengaturan anggaran amat perlu dalam sebuah rumah tangga.

* Susunlah sebuah rencana anggaran rumah tangga mulai dari berapa jumlah pendapatan anda tiap bulan dan jumlah pengeluaran tiap bulan. Hitung semua pengeluaran, apakah sudah sesuai atau malah pengeluaran terlalu banyak.

Jika ternyata pengeluaran terlalu banyak anda bisa mulai mengurangi pos pengeluaran yang tidak penting seperti mengurangi makan di luar atau membawa makanan sendiri untuk makan siang di kantor. Kita tidak tahu kapan ada anggota keluarga yang sakit atau tertimpa musibah, untuk itu selalu sediakan pos untuk kebutuhan tidak terduga.

* Anda harus benar-benar disiplin dalam menyisihkan uang untuk mencicil sesuatu entah itu mobil, motor, atau rumah. Sisihkan uang penghasilan anda setiap bulan untuk membayar cicilan tersebut, usahakan untuk jangan pernah menggangu pos pengeluaran untuk cicilan tersebut sampai benar-benar lunas.

Hal ini berguna bagi pasangan baru yang masih tinggal dengan mertua atau masih menyewa tempat tinggal. Dengan disiplin menabung atau membayar cicilan, anda bisa semakin cepat memiliki rumah sendiri. Selalu evaluasi masalah pengeluaran keuangan keluarga anda sebulan sekali.

* Selalu bicarakan dengan pasangan jika anda ingin mengambil langkah-langkah keuangan, hal ini dimaksudkan untuk mencegah perasaan bahwa anda terlalu mendominasi urusan keuangan keluarga dan juga menghindari perselisihan karena pengambilan keputusan yang sepihak.

Coba selalu diskusikan terlebih dahulu jika anda berniat ingin membeli sesuatu yang membutuhkan pengeluaran uang besar seperti mobil, rumah, atau investasi masa depan.

* Untuk menghindari pengeluaran yang tidak terkendali dari salah satu pasangan, ada baiknya anda berdua saling terbuka mengenai berapa pengeluaran yang anda butuhkan setiap bulan.

* Serahkan pengaturan keuangan hanya kepada salah satu pasangan saja. Namun yang harus diingat adalah tugas pengatur keuangan keluarga hanya mengatur pengeluaran dan pemasukan, semua kebijakan harus dibicarakan bersama.

author