Tips Mudah nan Aman Atasi Flu Perut pada Anak Balita

Anak balita memang sangat rentan dan riskan terserang barbagai jenis gangguan kesehatan. Mulai dari gangguan pada kulit, saluran pernafasan, hingga sistem pencernaan. Ada banyak hal yang menyebabkan mengapa balita mudah terserang penyakit, salah satunya adalah sistem imun tubuhnya yang belum sempurna.

Berbicara mengenai gangguan penyakit pada anak balita, tentu Anda tak asing dengan istilah “flu perut”. Flu perut memang kerap dialami oleh anak balita, dengan ditandai gejala awal berupa demam disertai rasa sakit ringan pada perut dan biasanya disusul dengan diare dan muntah – muntah dengan frekuensi yang cukup tinggi. Secara ilmu kesehatan gangguan kesehatan ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus, seperti compylobacter, escherichia coli, dan salmonella.

fluperut

Flu perut rawan menimbulkan resiko terjadinya kekurangan cairan pada anak atau dehidrasi, sehingga menyebabkan anak nampak lemas dan tak bersemangat. Penyakit ini pada dasarnya memang dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari, namun adakah orang tua yang tega melihat si kecil menderit seperti ini? Tentu tidak. Oleh sebab itu flu perut pada anak ini secepat mungkin harus disembuhkan. Nah untuk mengatasi masalah ini, berikut tips dan trics mengatasi flu perut pada balita:

  1. Pertama berikan asupan cairan yang cukup pada anak agar tidak mengalami dehidrasi parah. Pasalnya flu perut dapat menyebabkan cairan tubuh berkurang dengan sangat cepat.
  2. Untuk menurunkan panas demam anak, lakukan pertolongan pertama dengan mengompres anak dengan air hangat dan memberinya obat penurun panas seperti paracetamol khusus anak.
  3. Selanjutnya berikan obat diare alami pada anak seperti oralit. Selain itu hangatkan perut bayi dengan irisan bawang putih yang dicampur dengan minyak telon. Upayakan untuk mencoba obat – obatan tradisional yang cenderung lebih aman sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan obat kimia.
  4. Jika gejala yang timbul tak kunjung reda atau bahkan semakin parah, segeralah berkonsultasi ke dokter agar dapat di ketahui penyebabnya sehingga dapat dilakukan langkah pertolongan yang tepat.
author