Tips Perencanaan Keuangan Keluarga

No comment 627 views

Sebuah rencana keuangan harus mencakup semua bidang kebutuhan keuangan Anda dan harus menghasilkan pencapaian tujuan Anda. Ruang lingkup harus mencakup bidang seperti tata laksana dan asuransi teknik yang akan melindungi tujuan Anda terhadap setiap bencana yang tak terduga. Hal ini juga harus mencakup kebutuhan pendidikan anak-anak Anda.

Rencana Anda harus proaktif cukup untuk mengakomodasi peristiwa keuangan tak terduga yang mungkin memiliki dampak negatif pada rencana Anda. Ketika berkembang rencana keuangan Anda, pastikan Anda tidak kehilangan apa-apa, khususnya kebijakan yang sehat.

Merencanakan keuangan keluarga yang efektif adalah penting sehingga kita tidak memiliki masalah di kemudian hari atau pada masa ketika kebutuhan keuangan kami ada karena alasan tertentu. Berikut Langkah-langkah dalam perencanaan keuangan yang efektif yang bisa anda coba.

1. Pendapatan dan pengeluaran

Kita akan menemukan urusan keuangan keluarga menjadi lebih mudah jika kita dapat mengelola semua sumber pendapatan dan pengeluaran dalam keluarga. Sebagai contoh, kita perlu tahu berapa banyak anggota keluarga yang ada di gaji bulanan, pengeluaran keluarga secara keseluruhan mulai dari pembayaran hipotek dan mobil, tagihan air, listrik, telepon, dan biaya sekolah anak-anak.

2. Menyediakan Tujuan Keuangan Keluarga

Salah satu langkah yang paling penting untuk bergerak ke arah stabilitas keuangan adalah untuk menentukan kebutuhan kita. Dalam hal ini, akan sangat membantu untuk menentukan apa yang kita butuhkan dalam hidup sebagai individu, pasangan dan keluarga. Tujuan-tujuan keuangan mungkin memerlukan tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Namun, nilai tersebut harus menjadi sesuatu dalam kisaran yang kita mampu, misalnya sesuatu yang kita miliki dalam jangka waktu yang telah kita tetapkan.

3. Siapkan Anggaran dan Arus Kas Perkiraan

Pada kenyataannya, perencanaan keuangan menjadi lebih sulit untuk mengelola jika kita tidak tahu berapa banyak pendapatan yang kita terima setiap bulan dan apa yang kita habiskan. Informasi ini harus diberikan terlebih dahulu, jika kita ingin menentukan apakah kita harus meningkatkan pendapatan atau mengurangi biaya untuk mencapai tujuan keuangan yang telah kita tentukan. Setelah kita daftar semua pendapatan dan pengeluaran, kita bisa mulai mempersiapkan anggaran dan melihat apakah kita memiliki kelebihan dana yang dapat berkontribusi terhadap tujuan kita.

4. Membagi Penghasilan oleh Prioritas

Pendapatan bulanan keluarga, harus dihabiskan sesuai dengan prioritas di mana keluarga dapat hidup dalam damai dan kenyamanan. Biasanya, biaya untuk kebutuhan dasar seperti makanan, minuman dan pakaian membutuhkan 1/3 dari pendapatan total keluarga per bulan, yang lain 1/3 untuk tagihan dan gas, sementara 1/3 lebih harus pergi ke tabungan atau investasi untuk masa depan.

5. Mengurangi Ketergantungan pada Penggunaan Kartu Kredit

Dalam perekonomian saat ini, penggunaan kartu kredit telah menjadi kebutuhan bagi semua orang terutama untuk orang dewasa yang pekerja. Jika kartu kredit digunakan secara bijak, itu bisa sangat nyaman untuk pengguna. Namun, jika digunakan tanpa kontrol, dapat menjadi instrumen keuangan yang berbahaya dan dapat menyebabkan konsumen menjadi bangkrut karena suku bunga tinggi yang dibebankan oleh bank.

6. Membuat Asumsi tentang Masa Depan

Perubahan adalah sesuatu yang menekan kita keluar dari zona kenyamanan kita. Sebagai perubahan dunia, begitu pula ekonomi. Ketika perubahan ekonomi, hal itu dapat mempengaruhi keuangan kita. Semua perubahan ini sulit dihindari. Oleh karena itu, kita harus tidak hanya siap untuk perubahan tetapi untuk membuat rencana bagaimana menghadapinya. Misalnya, bagaimana menghadapi dampak inflasi, harga minyak naik, kendaraan angkutan dan peningkatan biaya tol. Semua ini tentu akan mempengaruhi situasi keuangan kita.

7. Strategi Keuangan

Untuk setiap tujuan keuangan yang kita siapkan, kita harus memiliki strategi tentang bagaimana untuk mencapai tujuan tersebut. Sebagai contoh, jika kita berniat untuk membeli rumah dari tahun sekarang, kita perlu tahu berapa banyak kita harus menyediakan uang muka dan sumber daya apa yang bisa kita gunakan.

author