True Story : Tenzing Norgay

No comment 597 views

Tenzing Norgay adalah nama orang. Mungkin sebagian dari kita akan mengatakan sebagai nama yang aneh..dan darimana orang itu berasal? Mungkin sebagaian orang ada yang mengenal nama ini atau mungkin juga tidak. Namun bagaimana kalo Sir Edmund Hillary? ya tentu saja semua orang mengenal nama besar beliau.

Sir Edmund Hillary adalah seorang pendaki gunung tertinggi didunia, Puncak Gunung Everest, pertama didunia. Tetapi saat ini kita tidak sedang membahas Sir Edmund Hillary, sebagai pendaki gunung tertinggi pertama di dunia, namun Tenzing Norgay.

Tenzing Norgay adalah seorang penduduk asli Nepal yang bertugas sebagai pemandu jalan bagi pendaki gunung yang berniat untuk mendaki puncak gunung Everest. Tenzing Norgay (Orang Nepal menyebutnya Sherpa) adalah pemandu bagi Sir Edmund Hillary. Pada tanggal 29 Mei 1953 jam 11.30, Tenzing Norgay bersama Sir Edmund Hillary berhasil mendaki puncak gunung Everest, dengan ketinggian 29,028 kaki diatas permukaan laut, dan menjadi orang pertama yang kemudian memberikan inspirasi bagi pendaki-pendaki gunung berikutnya untuk mengikuti prestasi mereka.

Pada rentang waktu 1920 sampai 1952, tujuh tim ekspedisi yang berusaha untuk menaklukkan puncak gunung Everest mengalami kegagalan. Keberhasilan Sir Edmund Hillary pada saat itu sangatlah fenomenal mengingat baru berakhirnya perang dunia II, dan menjadi semacam inspirator untuk meningkatkan kembali kepercayaan diri bagi seluruh dunia.

Karena keberhasilannya Sir Edmund Hillary mendapatkan gelar dari Ratu Inggris yang baru saja dilantik saat itu Ratu Elizabeth II dan menjadi orang yang paling dikenal didunia. Tetapi dibalik keberhasilannya Tenzing Norgay memiliki peranan yang sangat besar, namun mengapa Tenzing Norgay tidak terkenal, dan mendapat semua yang didapat oleh Sir Edmund Hillary? Padahal ia adalah pemandu yang membantu dan mengantarkan Sir Edmund Hillary ke puncak gunung Everest. Seharusnya bisa saja dia yang menginjakkan kaki pertamanya di puncak gunung Everest, bukan Sir Edmund Hillary.

Sesaat setelah Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay kembali dari puncak gunung Everest, semua reporter mengejar dan berebut untuk mewawancarai Sir Edmund Hillary, dan hanya satu reporter yang mewawancarai Tenzing Norgay. Berikut petikan dari wawancaranya:

Reporter : “Bagaimana perasaan dengan keberhasilan menaklukkan puncak gunung Everest”

Tenzing Norgay: ” Sangat senang sekali”

Reporter : “Anda kan seorang Sherpa (pemandu) bagi Edmund Hillary, tentu saja posisi anda berada didepannya, bukankah seharusnya anda menjadi orang pertama yang menginjakki puncak gunung Everest?”

Tenzing Norgay : ” Ya, benar. Pada saat tinggal selangkah lagi, saya mempersilakah dia untuk menjejakkan kakinya. dan menjadi orang pertama pendaki gunung Everest.”

Reporter: ” Mengapa anda melakukannya”

Tenzing Norgay : ” Karena itu adalah impiannya, bukan impian saya. Impian saya hanyalah berhasil mengantar dan membantunya mengapai impiannya”

Ya, demikianlah sekelumit cerita mengenai kisah tentang Tenzing Norgay, yang senang dan dengan iklas membantu seseorang untuk mencapai keberhasilan tanpa memikirkan dirinya sendiri.

~Sungguh luar biasa cerita diatas, Sifat dan sikap yang dimiliki oleh Tenzing Norgay, dengan mementing kepentingan orang lain, tanpa memikirkan imbalan ataupun jasa, tentu saja memberikan semangat tinggi dalam menjunjung nilai rendah hati. Apabila kita dapat berpikir dan bertindak sedemikian rupa, niscaya dunia ini dipenuhi oleh orang-orang yang berjiwa besar dengan pemikiran dan hati yang bijak. Semoga cerita diatas dapat menjadi kan inspirasi bagi kita semua, untuk berusaha dan menjadi teladan bagi semua orang~

Jika Anda tersentuh dengan renungan di atas, tolong “share” renungan ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

( Sumber : topmotivasi.com )

author