Wajarkah Demam Setelah Imunisasi Campak

No comment 659 views

Imunisasi campak adalah imunisasi yang sangat dianjurkan bagi bayi usia 6-9 bulan. Hal ini dikarenakan penyakit campak (Rubeola, atau measles, morbili) merupakan penyakit yang sangat menular. Gejala awal timbulnya penyakit ini adalah demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit

Imunisasi ini bertujuan untuk mencegah penyakit campak yang disebabkan oleh virus campak golongan Paramyxovirus. Vaksin campak tersebut merupakan virus-virus hidup yang dilemahkan. Sebelum disuntikkan pada lengan kiri atas, vaksin campak dilarutkan terlebih dahulu dalam 5 ml cairan pelarut aquabidest.

Dosisi pemberian vaksin ini adalah 0,5 ml. Oleh karena bahayanya penyakit ini, maka dianjurkan untuk ada pengulangan vaksinasi, yaitu pada anak berusia 6-7 tahun. Namun imunisasi campak ini tidak dianjurkan pada ibu hamil, pasien TB, kanker, transflantasi organ, mendapat obat imunosupresi (obat penekan system imun), pengidap HIV, serta penderita alergi terhadap kanamycin dan eritthomycin.

imunisasi

Setelah dilakukan imunisasi campak, ada efek samping yang mungkin akan diderita oleh anak. Gejala yang umum sebagai efek adalajh demam serta kulit memerah selama 3 hari. Lalu apakah demam ini wajar? Ya, saat vaksin disuntikkan dalam tubuh, tubuh akan melawan zat yang dianggap asing ini dengan membentuk pasukan perlawanan. Naiknya suhu tubuh atau kulit yang memereh merupakan efek yang wajar karena terjadinya penolakan tersebut.

Imunisasi memang penting untuk dilakukan. Imunisasi dini ini akan menyelamatkan anak dari bahaya penyakit-penyakit yang akan sangat potensial menyerangnya nanti. Bukan hanyacampak, tetapi masih banyak lagi imunisasi-imunisasi untuk anak yang wajib Bunda ketahui.

author