Waspada dan Kenali Gejala Leukemia Pada Anak!

Tidak hanya orang dewasa saja yang harus waspada terhadap penyakit-penyakit mematikan. Anak Anda juga harus diwaspadai dari penyakit-penyakit berbahaya seperti kanker. Salah satu penyakit kanker yang cukup berbahaya adalah Leukemia atau yang sering di sebut dengan kanker darah.

Leukemia Pada Anak

Leukemia Pada Anak

Leukemia merupakan salah satu penyakit kanker yang sering menghampiri anak-anak. Terdapat kurang lebih 70 persen anak yang menderita leukemia dari semua jenis kanker. Biasanya leukemia ini akan menyerang sel darah putih yang juga mempengaruhi tulang sum-sum. Berikut ini merupakan ciri-ciri atau gejala leukemia pada anak.

1. Anemia

Dikarenakan kurangnya sel darah merah dalam tulang sum-sum, anemia akan mengidap pada anak. Biasanya ini karena sel lekemia mengganggu kinerja sel darah merah.

2. Trombositopenia

gejala ini merupakan dimana sumsum tulang tidak dapat menhasilkan trombosit dengan maksimal. Hal ini juga karena sel lekemia mengganggu sumsum tulang untuk memproduksi trombosit.

3. Pembengkakan Pada Kelenjar Getah Bening

Getah bening akan membengkak jika sel leukemia sudah menyebar. beberapa bagian tubuh yang mudah di kenali adalah di bagian paha, leher, ataupun ketiak. Biasanya juga terdapat pada dada. Hal tersebut juga terkadang menyebabkan anak sulit bernafas dan sering batuk-batuk.

4. Nyeri Pada Tulang Sendi

Karena kurangnya sel darah putih untuk perkembangan tulang sumsum, hal ini juga menyebabkan anak akan merasakan nyeri pada tulangnya. Hal tersebut terkadang membuat anak akan terlihat pincang saat jalan.

5. Demam Tanpa Sebab

Biasanya anak akan mengalami demam tanpa sebab yang di ikuti dengan muka pucat serta badan panas. Biasanya hal tersebut juga di ikuti dengan poin noor 3, yaitu pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Itulah beberapa gejala leukemia pada anak yang mudah dikenali jika anak Anda menderita Leukemia. Waspadai gejala tersebut dan juga kenali sejak dini. Tetapi jika anak Anda sudah terlanjur mengidap penyakit Leukemia, masih banyak harapan dapat sembuh.

author