Waspadai 3 Bahaya Gorengan bagi Kesehatan Anak

No comment 461 views

Gorengan merupakan salah satu jajanan yang cukup populer dikalangan masyarakat Indonesia. Harganya yang cukup murah dengan rasanya yang lezat membuat gorengan banyak dipilih sebagai salah satu cemilan teman minum kopi atau teh di sore hari. Tidak hanya orang dewasa, namun juga anak – anak pun nampaknya juga begitu suka dengan jenis kuliner murah meriah satu ini.

Berbicara mengenai gorengan sebagai cemilan keluarga, mungkin akan terbersit sebuah pertanyaan klasik tentang keamanan gorengan bagi kesehatan. Amankah? Menurut berbagai ahli, dibalik rasa lezat gorengan ternyata tersimpan bahaya yang dapat mengancam kesehatan penikmatnya. Terlebih jika gorengan tersebut bukan buatan sendiri yang notabene untuk kehigenisan bahan dan alatnya sangat diragukan. Berikut 3 ancaman bahaya mengkonsumsi gorengan bagi anak – anak:

gorengan

Masalah pencernaan

Meskipun terdengarnya spele namun bukan berarti masalah kesehatan pencernaan pada anak boleh dianggap remeh. Masalah ini dapat terjadi karena umumnya gorengan memiliki kadar lemak tinggi yang menyebabkan sulit dicerna oleh sistem pencernaan. Selain itu kadar lemak yang tinggi tersebut juga dapat memicu terjadinya peningkatan asam lambung. Akibatnya perut akan terasa nyeri, perih, dan tidak nyaman.

Kolestrol tinggi

Tidak dapat dipungkiri bahwa gorengan merupakanjenis makanan berminyak yang tinggi kolestrol. Oleh sebab itu bagi anak yang gemar mengkonsumsi gorengan dalam jumlah banyak berpotensi mengalami kadar kolestrol yang tinggi. Patut diperhatikan bahwa kolestrol tinggi merupakan pintu awal berbagai penyakit mematikan seperti penyakit jantung dan stroke.

Kanker Usus besar

Kanker usus bisa sangat mungkin terjadi jika dalam membuat gorengan menggunakan minyak bekas. Pasalnya penggunaan minyak bekas berulang – ulang dapat memicu tumbuhnya racun yang dapat membahayakan tubuh. Selain racun minyak goreng bekas juga akan menyebabkan terbentuknya asam empedu dalam usus yang kemudian akan mengiritasi usus dan mengakibatkan kanker.

author