Waspadai, Jika Telinga Anak Keluar Cairan Bau

8 comments 18917 views

Sebagai Orang tua, pernahkah anda mendapati telinga si kecil keluar cairan? jika iya, sebaiknya waspadai karena merupakan salah satu indikasi terjadinya infeksi telinga pada anak.

Bila keluarnya cairan dari telinga si kecil ( anak ) berwarna kekuningan dan berbau busuk. Bahkan sebelumnya didahului dengan batuk, pilek, demam tinggi hingga anak tampak rewel serta kesakitan pada bagian telinganya. Waspadai, gejala ini berarti anak telah mengalami infeksi pada telinga bagian tengah akibat infeksi saluran nafas atas ( batuk pilek ) yang menyebar hingga ke telinga.

Infeksi pada telinga bagian tengah tersebut menyebabkan terbentuknya cairan yang makin lama makin banyak dan tak bisa keluar dari telinga tengah. Suatu waktu, tekanan yang meningkat ke telinga tengah menyebabkan robeknya gendang telinga yang merupakan alas antara telinga luar dan telinga tengah. Penyakit ini dikenal dengan istilah medis Otitis Media Akut ( OMA ) yang bahasa awam disebut juga congekan.

Seringkali anak yang menderita penyakit congek ini, merasa rendah diri dan malu karena telinganya mengeluarkan cairan yang bau busuk. Ini problem psikis bagi seorang anak. Karena itu, sebaiknya pada anak diberi pengertian bahwa penyakitnya dapat sembuh, asal ia mau minum obat dan mematuhi nasehat dokter.

Kini timbul pertanyaan, mengapa penyakit OMA atau congekan ini sering terjadi pada anak balita? Karena anak dengan daya tubuh yang agak lemah atau menderita rinitas alergika ( pilek karena alergi ) dapat seringkali mengalami infeksi pada saat saluran nafas atas ( hidung dan tenggorokan ).

Bila orang tua tak segera tanggap dengan kondisi kesehatan anaknya, maka infeksi

dapat segera menjalar ke telinga. Hal ini dimungkinkan, karena ada hubungan langsung antara telinga bagian tengah dengan saluran nafas atas melalui tuba eustachius. Jika anak makin sering terserang infeksi saluran nafas, maka makin besar kemungkinan terkena OMA. Sedangkan pada bayi, karena tuba eustachiusnya pendek, lebar dan letaknya horizontal, maka mudah terjadi infeksi pada telinga tengahnya.

Pada bayi dan anak kecil, gejala OMA berupa riwayat batuk pilek. Sebelumnya, anak selalu gelisah dan sulit tidur, suhu tubuh tinggi ( demam ) yang kadang disertai kejang-kejang. Anak bisa saja tiba-tiba menjerit dalam tidurnya, mereka sering memegang telinga karena merasa kesakitan dan diare.

Bila anak sudah dapat bicara, maka ia akan mengeluhkan rasa nyeri di bagian dalam telinga. Disamping itu, suhu badannya juga meninggi. Anak yang lebih besar dan orang dewasa selain merasakan nyeri, juga dapat merasakan gangguan pendengaran dan telinganya terasa penuh.

Bila telah keluar cairan dari telinga yang sakit, berarti terjadi perforasi ( robekan ) pada gendang telinga tersebut sebagai akibat desakan cairan yang terbentuk dari terjadinya infeksi telinga tengah. Juga dapat disebabkan karena tindakan sering mengorek telinga terlalu dalam yang memecahkan gendang telinga. Pada umumnya, setelah keluar cairan dari telinga, maka nyeri akan berkurang, demam turun dan anak tampak lebih tenang.

Kondisi gendang telinga yang telah robek tak dapat menutup kembali. Selain berakibat pendengaran berkurang, juga dapat menyebabkan infeksi berulang dan menahun ( kronis ). Hal ini dapat terjadi karena sudah tak ada lagi pelindung telinga tengah akibat telah robeknya gendang telinga. Bila telinga kemasukan kotoran atau air, tentu akan mudah terinfeksi. Pada keadaan terinfeksi telinga akan sering mengeluarkan cairan encer atau kental, bening atau berupa nanah dan bahkan menimbulkan bau busuk.

Bila sudah timbul gejala tersebut sebaiknya segera berobat ke dokter untuk mendapatkan pengobatan intensif. Karena OMA biasanya bermula dari infeksi saluran nafas atas, maka untuk mencegah infeksi yang meluas ke telinga, sebaiknya dilakukan pengobatan yang tepat. Bila anak menderita batuk-batuk disertai demam tinggi berarti telah ada gejala awal OMA seperti di atas. Segeralah periksakan anak ke dokter, sehingga infeksi telinga bagian tengah dan infeksi saluran nafas dapat segera diatasi dan tidak sampai terjadi perforasi ( robekan ) gendang telinga.

Dokter biasanya akan memberikan obat antibiotic untuk membasmi kuman penyebab infeksi. Sementara obat penurun panas dapat mengurangi rasa sakit ( antipiretik-analgetik ) serta obat untuk mengatasi sumbatan jalan nafas akibat produksi lendir yang berlebihan ( dekongestan ). Untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh, istirahat yang cukup, gizi dan kebersihan tubuh terutama hidung, mulut dan telinga harus diperhatikan.

Jika gendang telinga telah robek, maka harus menjaga telinga ini, jangan sampai kemasukan air/kotoran dan tak boleh mengorek-ngorek telinga. Kebiasaan mengorek telinga dengan alat yang kotor dan keras dapat memperparah penyakit, bahkan dapat menimbulkan tetanus yang berakibat fatal, misalnya menjadi tuli.

**********

Sumber: blogspot.com

author