Waspadalah! Dua Hal Berikut Bisa Menurunkan Kualitas Berumah Tangga

Kehidupan berumah tangga tidak selamanya berjalan mulus sesuai dengan yang diharapkan, ada kalanya mengalami pasang surut. Ya wajar memang, inilah yang disebut dinamika kehidupan berumah tangga.

Untuk itu perlu rasanya bagi Anda, baik suami dan istri mengetahui dan memahami apa saja yang dapat berpotensi menurunkan kualitas hidup berumah tangga. Dengan demikian diharapkan sebisa mungkin Anda dan pasangan menjauhinya dan menciptakan suasana yang harmonis, damai, dan bahagia dalam membangun keluarga Anda.

bertengkar

Berikut hal – hal yang dapat mengancam kualitas hidup berumah tangga.

  1. Terlalu sering bertengkar

Perbedaan pendapat antara suami dan istri lumrah terjadi dalam sebuah keluarga. Akan tetapi jika keduanya tidak bisa mengontrol perbedaan tersebut, bisa jadi masalah yang awalnya kecil menjadi sesuatu yang besar yang dapat mengancam keharmonisan rumah tangga. Hal ini tentu saja bisa menurunkan kualitas berumah tangga Anda dan pasangan.

Nah untuk itu usahakan untuk tidak mementingkan ego masing – masing. Membicarakan sebuah permasalahan dan perbedaan pAndangan dengan baik – baik adalah sebuah cara yang bijak untuk tetap menjaga keharmonisan dalam keluarga.

  1. Kurangnya intensitas pertemuan

Baik suami dan istri tentu membutuhkan kasih sayang dari pasangannya, salah satunya dalam bentuk pertemuan. Untuk itu ketika sepasang suami istri sangat jarang bertemu, hal ini lambat laun bisa menjadi malapetaka yang serius bagi rumah tangga yang dibangun. Terlebih jika keduanya tidak bisa saling percaya dan dipercaya serta tidak bisa salin menjaga dan dijaga. Bisa ditebak, bukan tidak mungkin akan terjadi sesuatu yang diluar keinginan seperti misalnya perselingkuhan.

Maka dari itu intensitas pertemuan sangat penting untuk diperhatikan. Jika memang itu sulit dilakukan kerena alasan tertentu, tetap usahakan untuk menjalin komunikasi sebaik – baiknya dengan pasangat. Gunakan kemajuan teknologi yang ada saat ini untuk memudahkan komunikasi Anda dan pasangan.

author