Yang Penting Keluarga

No comment 776 views

“Pengen dikasih hadiah, Bun?” mungkin pertanyaan itu yang paling banyak ditanyakan hari ini. Adakah yang menjawabnya dengan benda? Mungkin saja ada, tapi sebagai seorang Bunda dari tiga orang anak, anak dari seorang Mama… saya bisa menebak, kebanyakan hanyalah doa untuk putra-putrinya kan?

Ketika saya mengucapkan Happy Mother’s Day buat semua teman-teman para Bunda di Indonesia, seorang teman di sisi lain dunia ini bertanya, “no holiday?” Ups! saya pun jadi mikir, ya… kapan ya di negeri kita Hari Ibu dijadikan libur nasional. Paling nggak buat semua Mama di Indonesialah… meskipun saya tahu sangat tidak mungkin seorang Ibu dengan pembantu sekalipun bisa libur total walaupun cuma sehari.

Seorang Ibu tak perlu libur, ia hanya ingin kebaikan untuk keluarganya. Istilah Bunda adalah “semuanya gak penting, yang penting itu keluarga”

Setiap kali sakit, yang saya pikirkan bukanlah penyakit saya. Tapi justru gimana anak-anak kalau saya sakit. Siapa yang urus mereka? siapa yang urus ayah mereka?

Setiap kali belanja, yang saya pikirkan hanyalah kepentingan anak-anak dulu, bukan apa yang akan saya beli untuk saya.

Setiap kali berjalan, yang saya kuatirkan hanyalah anak-anak, apakah mereka tidak rewel ataupun berbahaya ditinggal.

Bahkan rasanya bernafas saja hanya anak-anak yang ada dalam pikiran ini, tak jarang karena anak-anak jadi sering lupa diri sendiri.

Terkadang karena anak-anak dan suamilah, seorang ibu mengambil keputusan besar. Demi anak, diet pun digagalkan. Daripada sakit menahan lapar, lemas tak bisa mengurus mereka akhirnya si ibu berpikir, “Sudahlah, gendut gendut deh… yang penting badanku sehat dan bisa mengurus keluarga.”

Yang tadinya gak suka minum obat, yang tadinya gak bisa masak, yang tadinya anti nongkrong di sekolah, yang tadinya paling gak suka baca buku, yang tadinya gak pernah nyuci, yang tadinya gak bisa bikin kue, yang tadinya gak bisa menjahit… akhirnya mau belajar melakukannya semua karena keluarga dan jawaban itu pasti ada “Yang penting Keluarga”

Jadi bisakah Bunda dengan titel sederhana dan semangat sederhana “Yang Penting Keluarga” ini dipikirkan sedikit saja kepentingannya oleh negara ini. Tak usah hari ini dijadikan hari libur, paling tidak berilah diskon gede-gedean di pasar tradisional (apalagi tiap hari ibu, selalu saja semua bahan pokok jadi mahal!!!), satu hari saja beri rasa aman saat kami harus menumpang di transportasi umum walaupun tanpa kawalan, sehari saja setiap ibu hamil atau ibu tua dipersilakan duduk dengan hormat di dalam bis tanpa sewot-sewotan, sehari saja setiap perusahaan memberi tambahan bonus buat setiap ibu yang bekerja, sehari saja setiap taman bermain membebaskan biaya masuk untuk ibu tak mampu beserta anaknya, sehari saja setiap anggota parlemen wanita di DPR diberi kehormatan untuk berbicara tentang wanita lebih dari porsinya, sehari saja kita bersama mendengarkan apa isi hati wanita yang melahirkan kita…. Sehari saja, tidak lama kan cuma 24 jam.

Dan semuanya (sekali lagi) sama sekali bukan untuk kepentingan Ibu semata, semuanya pasti kembali kepada slogan sederhana, “Yang Penting Keluarga”

Selamat Hari Ibu !

author