YOU’RE WHAT YOU EAT!

No comment 497 views

Ada suatu kisah pengalaman menarik. Kali ini kita bicara soal bagaimana makanan membentuk dan mempengaruhi karakter serta sikap kita. Kejadiannya di suatu pagi di Minggu hari yang cerah.  Di suatu supermarket besar yang menjual makanan, para pengunjung sudah menunggu dan antri untuk masuk. Maklumlah, beberapa hari lagi adalah hari raya yang penting. Karena itu, tak mengherankan jika beberapa orang mulai melakukan shopping keperluan rumah tangga beberapa hari sebelumnya. Pada saat jam menunjukkan pukul 9.00, manager supermarket muncul di depan dan dengan tersenyum membuat pengumuman.

“Saudara-saudara, hari ini adalah tepat 5 tahun supermarket ini hadir di kota ini. Untuk menghargai para pengunjung, maka kami umumkan 2 pembelanja yang berada paling depan di antrian akan mendapatkan kesempatan belanja gratis satu keranjang makanan.” Dengan muka, tak percaya, 2 orang yang berdiri di antrian paling depan: seorang nenek, dengan seorang bapak setengah baya yang gemuk, tersenyum.  Meskipun senang, nampak sekali reaksi ke-2 orang ini begitu berbeda.

Si nenek tertawa dengan senang, sementara si bapak tersenyum nyengir tapi tampaknya baginya biasa-biasa saja kesempatan ‘emas’ ini.  Saat pintu dibuka, si nenek pergi mengambil makanan-makanan sehat, keju, susu, yoghurt, ikan segar, buah-buahan mahal dan sayuran segar. Si nenek tetap tampak lincah dan bahagia di usianya yang sudah tua sambil memilih-milih makanan ‘gratis’-nya.

Sementara itu, si bapak yang gendut, langsung menuju dimana terdapat banyak makanan kaleng, mengambil beberapa pak rokok, minuman soda dan alkohol. Setelah mengisi satu keranjang penuh makanan, mereka langsung membawa keranjang mereka melewati kasir. Si manager yang mengawasi kedua pembelanja ini, hanya tersenyum dan memperhatikan apa yang dimasukkan dalam keranjang mereka.

Si nenek, keranjangnya dipenuhi barang-barang yang sehat. Sementara, si bapak yang gemuk dipenuhi dengan barang yang tergolong ‘tidak sehat’. Si manager menganguk-angguk dan berkata dalam hatinya, “Mungkin perbedaan konsumsi makanan inilah yang membedakan si nenek dan si bapak ini. Si nenek masih tetap fit di usianya yang senja serta tetap bahagia. Sementara, si bapak gendut ini tampak dari badannya yang tidak terjaga serta sikapnya yang cuek dan kurang bersemangat.”

Di akhir hari itu, si manager mengatakan pada dirinya sendiri, “Memang, makanan menentukan bagaimana dan siapa diri kita akhirnya”

 

Jika Anda tersentuh dengan cerita di atas, tolong “share” cerita ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

(Sumber : www.anthonydiomartin.com)

author