Zhang Xin, Ini Kesadaran Bukan Kesanggupan

 

Menjadi salah satu wanita terkaya dunia tidak membuat Zhang Xin bergaya hidup glamour. Bagaimana jika itu Anda?
Geliat ekonomi China yang langsung meramaikan perekonomian dunia, tidak lepas dari peran para pengusaha-pengusaha muda yang berani membuat pembaruan di negeri tirai besi ini. Adalah seorang Zhang Xin, pengusaha wanita pertama yang berhasil menuai sukses sebagai pengembang properti di Cina. Berbagai penghargaan diperoleh Zhang Xin, yang terbaru yaitu pada bulan Maret 2010 Zhang Xin termasuk dalam “China Top 10 Career Women Role Models in 2009 yang dipilih oleh the All-China Women’s Federation, China Sun Media Group, Sina.com dan Hunan TV. Zhang Xin juga termasuk dalam “Top Ten Billionaire Women We Admire” versi majalah Forbes dan “Top 50 Women in World Business” versi Financial Times. Siapakah wanita hebat ini? Tentu bukan wanita biasa. Inilah kisahnya.

Di pinggiran kota Beijing,Zhang Xin tinggal bersama kedua orang tuanya dalam hidup yang sangat sederhana. Masa remajanya diisi dengan belajar dan bekerja hingga Zhang mampu mendapatkan beasiswa di University of Sussex, Inggris mempelajari ekonomi. Pada usia 27 tahun, Zhang berhasil menyelesaikan studi S2 di bidang Development Economics dari Cambridge University. Seperti kebanyakan orang Asia yang merantau untuk belajar, setelah bekerja keras dan bersaing untuk belajar, Zhang berhasil mendapatkan pekerjaan di perusahaan internasional Goldman Sachs and Travelers Group, membangun karirnya dalam investment banking. Dalam perjalanan karirnya, Zhang telah mewarnai media publikasi bisnis yang terkenal seperti BusinessWeek, Financial Times dan lainnya. Namun yang mengagumkan, Zhang Xin tetap dikenal sebagai seorang pribadi yang low profile di antara perkumpulan perantauan Cina.

Dunia bisnis bisa saja melenakan Zhang untuk terus berkutat di Wall Street tempat Goldman Sachs berada. Namun keinginannya yang kuat untuk membuat sesuatu yang berbeda, kesadaran Zhang atas kekuatan dan kemampuannya dan kecintaannya pada tanah air membuat Zhang memutuskan meninggalkan Wall Street dan kembali ke tanah airnya. Kebanyakan perantauan studi pada generasi Zhang Xin, yang tumbuh dan berkembang pada jaman Revolusi Budaya di Cina, berkembang pesat di Amerika Serikat, membangun kenyamanan di sana dan tidak ingin kembali ke negaranya. Hal ini membuat Zhang Xin menjadi seseorang yang berbeda dan dia sungguh-sungguh mewujudkan perubahan bagi negaranya.

Kembali ke Beijing, Zhang terjun ke dunia properti dan bertemu dengan Pan Shiyi yang kemudian menjadi suaminya. Bersama-sama mereka membangun bisnis properti dari bawah, dari perusahaan yang berhutang hingga perusahaan dengan keuntungan yang semakin membesar. Zhang semakin tidak terbendung untuk mengabdikan kemampuannya, perusahaan propertinya yang bernama SOHO China menjadi pengembang properti komersial terbesar di pusat Beijing.

Pada tahun 2005 Pan Shiyi memberikan bagiannya pada Zhang Xin dan memilih menjadi penulis blog yang populer di Beijing. Perusahaan terus berkembang di tangan Zhang sehingga menjadikannya salah satu wanita terkaya di Cina dan dunia. Namun jangan kaget karena walaupun demikian, Zhang tetap berpenampilan sederhana dengan make-up minimalis, pakaian sederhana, kegiatan akhir minggu untuk keluarga dan masih bepergian dengan penerbangan kelas bisnis! Tentu hal ini sangat berbeda dengan gaya hidup wanita sukses di negara kita dan di tempat-tempat lain.

Tentang gaya hidup ini, Zhang berkata, “Ini bukan tentang kesanggupan, tapi tentang kesadaran”. Ya, sekalipun Anda telah bekerja keras dan bisa membayar apa pun yang Anda inginkan, tidak berarti menghamburkan uang adalah kewajaran. Semoga rasa nasionalisme Zhang Xin kepada negaranya dan kesadaran Zhang untuk hidup sederhana juga dapat menginspirasi kita untuk hidup lebih baik.

Jika Anda tersentuh dengan cerita di atas, tolong “share” cerita ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

(Sumber: woman.kapanlagi.com)

author